Published with Blogger-droid v1.6.8
Rabu, 01 Juni 2011
The Ballad of An Architect
Selasa, 31 Mei 2011
Selamat Ulang Tahun Surabaya
Ceritakan padaku,
Tentang dunia yang semakin tua,
Tentang kota-kota di luar sana yang semakin bersolek,
Atau tentang kotamu yang berulang tahun hari ini.
Tentang dunia yang semakin tua,
Tentang kota-kota di luar sana yang semakin bersolek,
Atau tentang kotamu yang berulang tahun hari ini.
Published with Blogger-droid v1.6.8
Labels:
arsitektur,
jalan-jalan,
surabaya,
Ulang Tahun
Minggu, 15 Mei 2011
Cheng Hoon Teng Temple, Melaka
Sabtu, 09 April 2011
akulah lautan kemana kau selalu pulang
Senin, 28 Maret 2011
Cahaya
Earth Hour adalah gerakan penghematan energi untuk menghormati bumi selama satu jam. Satu jam manusia rela tersiksa untuk tak menggunakan listrik, mematikan lampu dan bergelap ria demi bumi dan gaya hidup tentunya.
Cahaya adalah senjata yang mematikan.
Cahaya adalah ke-seksi-an.
Cahaya adalah perenungan.
Cahaya adalah kelembutan.
Cahaya adalah energi.
Cahaya adalah sains.
Cahaya adalah arsitektur.
Cruch of The Light, L'Institute du Monde Arabe, Notre Dame du Haut, and our future project.
Save our earth! (demi masa depan, bukan gaya hidup)
Senin, 14 Februari 2011
Mahasiswa: Agen Perubahan

Foto di atas adalah karya Armin Hari yang dimuat pada Karbonjournal.org. Berseting di Makasar, suatu kota yang penuh dengan pemberitaan kebrutalan mahasiswanya.
Apakah agen perubahan harus selalu meresahkan masyarakat? Banyak cara cerdas untuk melakukan perubahan. Rajin belajar, lulus dan menjadi orang yang mapan, membangun negeri dan membuka lapangan pekerjaan. itu hanya salah satu cara saja.
Sabtu, 27 November 2010
Ruang Sisa Surabaya

Surabaya belum ramah kepada warganya.
Siang panas, beberapa meter dari Tugu Pahlawan, hiduplah perkampungan miskin di pinggir rel kereta. Mereka adalah saksi panasnya Surabaya. Sanitasi dan kesehatan ada di tangan Tuhan, begitu pikiran mereka. Rel kereta adalah ruang publik, tempat berkumpul, bergosip, bermain petak umpet dan menjemur nasi sisa. Rel kereta, mungkin dalam pemikiran dekonstruktifisme, adalah ruang yang terbaurkan fungsi dan batasan ruangnya. Saling mengisi antara jalan kereta api dan halaman rumah. Semua melebur ditengah kesemrawutan. Tiap anak terdidik dari bahaya yang mengancam oleh tertabrak kereta api. Inikah Surabaya? Kita mengais ruang sisa, mencari habitat di sisa-sisa peradaban industri dan moderenitas. Atau ruang sisa itu sendiri adalah peradaban baru?
Langganan:
Postingan (Atom)


